Keren! Meski Menyandang Disabilitas, Mereka Mampu Berprestasi

Jika sudah mempunyai niat dan berusaha, kekurangan apapun tidak bisa menghalangi seseorang untuk meraih keinginannya. Bersyukurlah kamu yang masih mempunyai organ tubuh yang utuh, karena masih banyak orang yang tidak seberuntung  itu saja, bisa menjadi apa yang mereka inginkan. DI bawah ini adalah orang-orang penyandang disabilitas yang telah meraih kesuksesan di bidangnya masing-masing.

 

  1. Jessica Cox

(Pic: Dailymail.co.uk)

Terlahir tanpa lengan, wanita ini menjadi wanita pertama tanpa lengan untuk mendapatkan lisensi pilot, setelah belajar menerbangkan pesawat dengan kakinya. Dia juga menjadi sabuk hitam tanpa lengan pertama di Asosiasi Tae Kwon Do Amerika. Jessica Cox telah membuktikan bahwa ia bisa melakukan apapun seperti layaknya  orang normal untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mengemudikan mobil tanpa modifikasi, mengetik di keyboard, bahkan bermain piano. Ia terus-menerus membuktikan bahwa kecacatannya tidak akan menahannya.

 

2. Omar Hegazy

(pic: egyptindependent.com)

Meski kehilangan sebelah kakinya dalam kecelakaan tragis beberapa tahun lalu, Omar Hegazy mampu menjadi orang Mesir pertama yang melintasi 20 kilometer dari al-Aqaba Jordan ke Taba Mesir, menantang batas-batasnya sendiri. Omar sangat ingin melanjutkan semua olahraga favoritnya – berenang, menyelam dan bahkan memanjat gunung – untuk “membuktikan ke seluruh dunia bahwa orang selalu dapat memilih untuk menjadi lebih besar dari yang mereka duga.

“Ketika kita terus-menerus mengeluh dan mengoceh tentang aspek negatif dalam hidup kita, itu hanya menahan kita dan tidak membantu kita mencapai impian dan aspirasi kita dalam hidup,” kata Omar, setelah ia menyelesaikan 20 km berenangnya.

 

3. Tanni Grey

(Pict: Telegraph.co.uk)

Tanni Grey-Thompson lahir dengan spina bifida dan merupakan pengguna kursi roda. Dia adalah salah satu atlet cacat yang paling sukses di Inggris. Lulus dari Universitas Loughborough pada tahun 1991 dengan gelar BA (Hons) di bidang Administrasi Politik dan Sosial. Karir internasionalnya dimulai pada tahun 1988 di Seoul, di mana dia memenangkan medali perunggu di nomor 400m. Sebagai atlet muda, ia juga berkompetisi di kursi roda basket.

I don’t know where the reserves come from, but you’ve just got to get to the finish line. – Tanni Grey

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Name and email are required